Kaidah Pantun || Resume ke-14

Kaidah Pantun

September 21, 2022

Resume ke-14

Tanggal        : 21 September 2022

Narasumber  : Miftahul Hadi, S. Pd

Moderator    : Lely Suryani, S. Pd

 


Pertemuan ini kita bahas tentang Pantun
tentunta dengan pembicara yang sangat menarik dan istimewa

Diawali dengan pantun :

 

Hahan gambut luas sangat

Dekat penghuni pengantin baru

Ayo sambut dengan semangat  ..

Malam ini materi baru.

 

Mas Miftah narasumbernya akan memberikan segudang ilmu untuk kita semua

 

Makan lumpia terasa mentah,

Sambel jotun nasi kerak,

Siapa dia Mas Miftah,

Jago pantun Guru  Penggerak.

 

Dilanjut dengan pantun berikutnya  

 

Itu proktor mengatur ANBKnya,

Lihai sekali tanpa lengah,

Moderator dan  narasumbernya,

Produk asli Jawa Tengah,

 

 

Narasumber membuka acara dengan pantun

Bunga sekuntum tumbuh di taman,

Daun salam tumbuh di kota,

Assalamualaikum saya ucapkan,

Sebagai salam pembuka kata.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Beliau membuka acara dengan tidak lupa mengucapkan

Terimakasih kepada  Om Jay yang telah memberi kesempatan untuk belajar bersama

 

Dalam penjelasaan beliau menyisipkan pantun :

Tapi kanal jembatan patah,

Jatuh ke semak peganglah tali,

Salam kenal saya Mas Miftah,

Dari Demak berjuluk kota Wali.

 

Beliau bernama Miftahul Hadi. Biasa diPanggil  Mas Miftah,

Beliau adalah alumni gelombang menulis, yaitu pada angkatan 17.

 

Beliau memeberikan materi tentang Pantun di link berikut.

 

https://anyflip.com/wiirj/vdws/

 

 

Banyak dari kita saat mendengar kata pantun teringat ke suku Melayu  

memang benar pantun itu identik dengan suku Melayu. Namun, bahwa tiap daerah di Indonesia juga memiliki pantun.

 

 

 

 

 

Coba dicontohkan.

Sebagai contoh di Mandailing, Sumatera Utara, dikenal dengan sebutan ende-ende.

 

Contoh ende-ende

 

Molo mandurung ho dipabu,

Tampul si mardulang-dulang,

Molo malungun ho diahu,

Tatap sirumondang bulan.

Yang artinya demikian

 

Jika tuan mencari paku,

Petiklah daun sidulang-dulang,

Jika tuan rindukan daku,

Pandanglah sang rembulan.

ayo ditranslate ... pengin tahu nih.. apa di translate masih berupa pantun?

Wow... arti yang utuh.. tak mengurangi makna sedikitpun.

 

Di Sunda yang dikenal dengan paparikan.

 

Contoh paparikan

 

Sing getol nginam jajamu,

Ambeh jadi kuat urat,

Sing getol naengan elmu,

Gunana Dunya akhirat.

 

Yang artinya demikian

 

Rajinlah minum jamu,

Agar kuatlah urat,

Rajinlah menuntut ilmu,

Bagi dunia akhirat

 

Contoh parikan

Mlaku-mlaku wira-wiri,

Tekan gardhu nyandung watu,

Ngaku-aku dadi tani,

Nyandhak garu jare luku.

 

Jalan-jalan ke sana-sini,

Sampai gardu tersandung batu,

Jika mengaku sebagai petani,

Pegang Garu dikira luku (bajak).

 Ini parikan yang empat baris bapak ibu.

Ada juga parikan dua baris.

 

Yang sedang hits di telinga.

Monggo diteruskan Bu Lely

 

Yang artinya demikian

 

Kelapa cengkir dibuat dawet,

Jangan dipikir membuat mumet (pusing).

Intermezo sebentar bapak ibu

Markijut

 

Bapak ibu, pada awalnya pantun merupakan tradisi lisan. Seiring berkembangnya waktu, maka pantun "naik kelas". Tidak hanya dituturkan saja dalam kehidupan sehari-hari, pantun kemudian dibukukan, dilombakan dalam berbagai event, serta diselipkan pada tiap kegiatan.

Atas kerja keras tersebut pada tanggal 17 Desember 2020 lalu, UNESCO mengakui pantun sebagai warisan budaya tak benda.

 

Milik bersama buu. Karena berasal dari suku Melayu.

Pantun berasal dari akar kata "Tun" yang bermakna baris atau deret. Asal kata pantun dalam masyarakat Minangkabau dan Melayu diartikan sebagai "pantun". Oleh masyarakat Riau disebut sebagai tunjuk ajar yang berkaitan dengan etika. (Mu'jizah, 2019)

 

Jika sudah ada pertanyaan menggelitik.. karena materinya menarik..

Langsung kirim ke 081388112412... ditunggu.

 

Sebelum kita praktik membuat pantun, alangkah baiknya kita kenali dulu ciri-ciri serta kaidah dalam pembuatan pantun.

Silakan bapak ibu cermati ciri-ciri pantun di atas.

 

 Dulu waktu kurikulum 13.. materi pantun ada juga di kelas 4... apakah sekarang masih ada di KURMED?

Bersajak a b a b...

Terus kalau bersajak a a a a.. di sebut apa mas?

 

Yang pertama, satu bait harus terdiri dari empat baris. Tidak boleh tiga atau lima.

 

Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata.

 

Satu baris terdiri atas delapan sampai duabelas suku kata.

 

Bersajak a-b-a-b

 

Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang

 

Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud pantun.

Nanti kita akan sampai sana buu, mohon bersabar. Heheh

 

 

Belajar mengaji harus semangat,

Tekun rajin sabar dan giat,

Agar ilmu mudah didapat,

Selamat dunia juga akhirat.

 

Ingat ingatlah wahai kawan,

Quran dan sunnah jadi pedoman,

Tuk menjalani kehidupan,

Agar hidup tentram dan nyaman.

Terimakasih..

Sangat jelas.

Mengurangi keindahan..

 

Kalau pantun, antara baris satu dan dua tidak ada hubungannya dengan baris tiga dan empat. Jadi sampiran dan isi berdiri sendiri.

 

Banyak sekali manfaat yang didapat dari pertemuan malam ini

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama