PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
September 05, 2022
Pertemuan : 7
Gelombang : 27
Tgl : 5
Sep 2022
Nara Sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd
Moderator : Roliyanti
Materi : Mengatasi Writer's Block
Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
Bertemu kembali pada malam ini pada pertemuan ke-7, tidak terasa kita Belajar Menulis sudah memasuki pekan k-2
semoga kita semua diberi Kesehatan perlindungan dari Allah SWT.
Pertemuan kali ini akan ditemani ibu Roliyanti sebagai pembawa
acara dan ibu Ditta Widya Utami S.Pd sebagai narasumber dengan judul
" Mengatasi Writer's Block '
Ternyata Mengatasi Writer's Block ' merupakan kemapuan yang
harus ada dalam membuat tulisan
berkualitas.
Untuk itu kita simak
bersama materi malam ini. Beliau mengatakan apakah bapak ibu pernah merasakan
seperti tanda-tanda dibawah ini seperti :
Contoh :
A. Merasa tangan menjadi kaku hingga tak mampu menuliskan
sepatah kata pun.
B. Merasa betapa lambatnya pikiran kita dalam menemukan ide
ide baru untuk menulis.
Tanda awal dari Wraiter's Block sulit fokus, tidak ada
inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stres dan
frustasi kita terserang WB (writer's block).
Beliau katakan Keadaan ini bisa menimpa penulis pemula
maupun profesional. Karena writer's block umumnya tidak disebabkan oleh masalah
komitmen/kompetensi menulis. Artinya, orang yang sudah memiliki komitmen tinggi
dalam menulis pun, masih bisa terserang WB.
Begitu pula dengan penulis ahli, apa pun bidang tulisannya.
Masih bisa terserang WB.
Writer Blokck bisa menyerang di awal, tengah, maupun akhir
tulisan.
Cara mengatasi writer block kita bisa berhenti sejenak
mencari tempat yang bisa untuk menyegarkan
pikiran kita dengan bisa mendengarkan musik, minum sambi
nonton tv, berkaraokae,membaca majalah
jalan-jalan, makan di kafe dan lainnya yang bisa menyegarkan
kembali mood kita.
Writer's Block memang bisa menyerang siapa pun dan kapan
pun, Yang terpenting ketika WB menyerang, kita segera sadar dan cepat ambil
tindakan untuk menyingkirkan WB tersebut
Apabila kita tidak bisa mengambil tindakan maka WB akan
melekat sampai berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan. Dan cara mengatasi WB
dengan mengenali penyebabnya.
Selanjutnya Ibu Ditta
Widya Utami, S.Pd menyampaikan bahwa penyebab WB harus kita kenali sebelum
terlanjur jauh sehingga tidak akan kehilangan waktu untuk bisa melanjutkan
tulisan yang tertunda apagi bagi yang sibuk beraktivitas
Untuk merubah kebiasan akan menyebabkan WB contohnya seperti
dibawah ini :
Bagi bapak ibu yang biasa menulis karya Ilmiah di suruh
membuat puisi bisa jadi penyebab WB
Ini dikarenakan kita belum terbiasa dalam menuliskannya, dan
menagatasi hal ini bisa dengan membaca
referensi baru untuk menambah pengetahuan dan wawasan.
Hal kedua yang bisa menyebabkan WB adalah stres, "Stres dan Solusinya dalam Perspektif
Psikologi dan Islam" yang ditulis oleh Admin dan Himma (2019) disebutkan
bahwa stres adalah respon tubuh yang diakibatkan karena adanya tuntutan dari
luar diri individu yang melebihi kemampuan dalam memenuhi tuntutan untuk
mengatasi dan menyelesaikan masalah tersebut. (Jenuh)
Stres menjadi salah satu sebab datangnya WB, sebetulnya
menulis pun bisa menjadi salah satu obatnya.
Terapi psikilogi untuk orang-orang yang mengalami stres akan diminta
untuk menulis ekspresif. Menuliskan pengalaman traumatisnya, serta 'perasaan'
pada saat atau setelah mengalami hal tersebut.
Penyebab yang bisa menjadikan WB adalah kita yang terlalu
perfeksionis dengan pemikiran kita atau keinginan menghasilkan sesuatu yang
sempurna dalam menghasilkan karya,
sehingga kita menjadi terhambat dalam menulis, karena mengakibatkan turunnya kepercayaan diri.
Sekian resume yang dapat di buat, semoga bisa menambah
pengetahuan dan wawasan pribadi saya khususnya dan semua orang pada umumnya.
Bogor, 5 Sept 2022

Posting Komentar