Resume ke-12
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Pertemuan ke 12 pun berlangsung. Di buka dengan moderator
yang membuka acara
Beliau Bernama Widya Arema yang akan mengawal kelas malam
ini, agar kelas berjalan dengan lancar.
Moderator memberikan semangat dengan mengajak sobat penulis, sebelum berselancar dalam dunia maya yang kaya akan
hikmah, mari menyatukan hati dan rasa untuk semangat dalam berkarya. Dan tidak
lupa Pastikan segala pendukung tersedia
Moderator melanjutkan dengan menyapa sahabat penulis dan
bertanya apa pernah memasak telor ceplok?. Seakan mengelitik para pemirsa
dengan membuat telur ceplok yaitu ambil
penggorengan, tuangkan sedikit minyak. Kemudian ambil sebutir telor, tek-tek ceplok
di atas wajan dan sreng bolak-balik sebentar. Dan Jadilah telur ceplok
Pertemuan ini terbagi dalam 4 sesi
1. Pembukaan
2. Paparan materi melalu chat WA grup
3. Tanya jawab
4. Penutup
Dan apabila ada pertanyaan, moderator mengajak untuk japri
dan disampaikan ke nomor HP: 085954558358 dengan format:
nama, asal kota, dan pertanyaan.
Pembiacara yang luar biasa kita pada kali ini adalah seorang
penggerak literasi dari Kupang Nusa Tenggara Timur. Beliau dikenal sebagai
penggerak pemberantasan buta aksara bagi kaum ibu dan anak. Semangat pantang
menyerah Beliau tak menyurutkan segala hambatan dan rintangan yang menghadang.
Founder menulis Agupena Beliau dirikan untuk mewadahi semangat literasi di
sana.
Walaupun kesibukan Beliau sebagai kepala sekolah SMP Negeri
3 Kupang Barat Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, tak mengurangi semangat
juang Beliau untuk terus bergerak mencerdaskan anak negeri.
Beliau adalah Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno SH
Rumah Beliau dekat pantai menyebabkan sinyal terkadang
terputus, namun tidak menyurutkan semangat beliau
Kesibukan beliau adalah menjadi pemimpin dalam organisasi
juga sebagai kepala sekolah
Diawali dengan taantangan pertama yaitu , siapa yang
meninggalkan jejak pada blog saya yang di share Ibu Widya hari ini. Dengan
tanda Inspirator Menulis Semudah Telur Indonesia. Ada souvenir khas NTT untuk
yang beruntung
Untuk menjadi penulis modal awalnya adalah membaca, untuk
itu blog dibagi tentang Menulis Semudah Ceplok Telur
Beliau memiliki komunitas menulis di Nusa Tenggara Timur,
dan dari komunitas tersebut Beliau berhasil membangun perusahaan suami
dikembangkan menjadi Penerbitan Buku dengan biaya bisa terjangkau untuk
masyarakat NTT dan BEBAS ONGKIR
Hal kedua, Beliau trauma ada sahabat literasi yang memiliki
tulisan di blog digunakan judul buku Cover Buku oleh orang yang tak bertanggung
jawab
Beliau sampai hari
ini ikut tantangan Om Jay menulis setiap hari hanya tak di muat dalam
Kompasiana. Beliau tulis setiap hari.
Dengan trade merk dagang GURU adalah INSPIRASI
Buku Pertama Serial PELITA KAMPUNG BETA JEJAK JUANG GURU
DESA DI NTT
Buku Kedua Serial DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH
MEMBACA DAN MENULIS SETIAP HARI
Memenuhi tantangan dari Majelis Hikmah Wanita Islam “One day
one Juz” dan PGRI Pusat dalam kegiatan “Diklat Daring Menulis Angkatan ke-27”
Tantangan Om Jay tidak beliau publikasikan, tetapi disimpan untuk segera
cetak.
Beliau share tulisan om Jay tentang
“Sebuah tulisan tidak bisa langsung sekali jadi, kita perlu
menata kalimat demi kalimat yang mudah dipahami”.
Dr. Wijaya Kusuma, M.Pd
* * *
Kalimat tersebut di atas, beliau dapatkan pada kegiatan Diklat Menulis bersama
PGRI pusat pada gelombang ke-27 yang di gagas oleh Om Jay, Panggilan akrab dari
Dr. Wijaya Kusuma, M.Pd. Beliau adalah motivator jutaan penulis Indonesia.
Dan tidak terasa waktu sudah selesai saya berharap semoga
ilmu yang diberikan malam ini oleh beliau menjadi ladang pahala Bunda Lilis yang akan
mengalirkan amal jariyah. Aamiin...

Posting Komentar