Bogor – Kreativitas siswa kelas 5 dalam pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) terlihat semakin berkembang melalui kegiatan pembuatan alat musik ritmis dari barang bekas. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kreatif yang memadukan seni musik dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa memanfaatkan berbagai barang bekas seperti botol plastik, untuk dijadikan alat musik ritmis sederhana. Dengan penuh semangat, untuk menciptakan bunyi dan irama yang menarik.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas, kekompakan, serta kemampuan siswa dalam memahami konsep irama pada musik. Selain itu, penggunaan barang bekas juga mengajarkan siswa pentingnya menjaga lingkungan dengan memanfaatkan kembali benda yang sudah tidak terpakai.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah, tetapi bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai seni,” ujar guru kelas 5.
Hasil karya siswa pun beragam dan unik. Ada yang membuat marakas dari botol plastik berisi biji-bijian, Setelah selesai membuat alat musik, siswa menampilkan permainan ritmis secara bersama-sama di depan kelas.
Kegiatan pembelajaran ini mendapat respon positif karena mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan inovatif. Melalui pembelajaran SBdP, siswa tidak hanya belajar musik, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kreatif serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan siswa semakin termotivasi untuk terus berkarya dan berinovasi dalam memanfaatkan barang-barang sederhana menjadi sesuatu yang bernilai guna dan bernilai seni.



Posting Komentar